Rak Gudang Surakarta

RAK GUDANG SURAKARTA

Rak Gudang Surakarta

Rak Gudang Surakarta – Kota Surakarta , juga disebut Solo atau Sala (ꦱꦭ ), adalah wilayah otonom dengan status Kota di bawah Provinsi Jawa Tengah, Indonesia, dengan penduduk 503.421 jiwa (2010) dan kepadatan 13.636/km2. Kota dengan luas 44 km2, ini berbatasan dengan Kabupaten Karanganyar dan Kabupaten Boyolali di sebelah utara, Kabupaten Karanganyar dan Kabupaten Sukoharjo di sebelah timur dan barat, dan Kabupaten Sukoharjo di sebelah selatan.[2] Kota ini juga merupakan kota terbesar ketiga di pulau Jawa bagian selatan setelah Bandung dan Malang menurut jumlah penduduk. Sisi timur kota ini dilewati sungai yang terabadikan dalam salah satu lagu keroncong, Bengawan Solo. Bersama dengan Yogyakarta, Surakarta merupakan pewaris Kesultanan Mataram yang dipecah melalui Perjanjian Giyanti, pada tahun 1755.

Sala” adalah satu dari tiga dusun yang dipilih oleh Sunan Pakubuwana II atas saran dari Tumenggung Hanggawangsa, Tumenggung Mangkuyudha, serta komandan pasukan Belanda, J.A.B. van Hohendorff, ketika akan mendirikan istana baru, setelah perang suksesi Mataram terjadi di Kartasura.[butuh rujukan]

Pada masa sekarang, nama Surakarta digunakan dalam situasi formal-pemerintahan, sedangkan nama Sala/Solo lebih merujuk kepada penyebutan umum yang dilatarbelakangi oleh aspek kultural. Kata sura dalam Bahasa Jawa berarti “keberanian” dan karta berarti “makmur”, sebagai sebuah harapan kepada Yang Maha Kuasa. Dapat pula dikatakan bahwa nama Surakarta merupakan permainan kata dari Kartasura. Kata sala, nama yang dipakai untuk desa tempat istana baru dibangun, adalah nama pohon suci asal India, yaitu pohon sala Shorea robusta).[butuh rujukan]

Ketika Indonesia masih menganut Ejaan van Ophuysen, nama kota ini dieja Soerakarta. Dalam aksara Jawa modern, ditulis ꦱꦸꦫꦏꦂꦠ atau ꦯꦸꦫꦑꦂꦡ . Nama “Surakarta” diberikan sebagai nama “wisuda” bagi pusat pemerintahan baru Mataram. Namun, sejumlah catatan lama menyebut, bentuk antara “Salakarta”.[3] Baca Selengkapnya

Rak Gudang Surakarta – Banyak yang berpendapat Rak Gudang hanyaklah rak yang berfungsi sebagai rak penyimpanan barang di gudang saja. Namun di sisi lain Rak Gudang juga mampu memiliki fungsi lain. Contohnya untuk rak display toko.

Kebanyakan rak gudang display toko menggunakan Rak Gudang bertipe Light Duty (ringan) seperti Rak Gudang Light Duty, Rak Gudang Tanpa Baut, Rak Gudang Siku Lubang, atau Rak Gudang Shelving Kayu dan lain sebagainnya. Karena kelebihan dari Rak Gudang bertipe light duty ini memiliki ukuran yang tidak besar namun mampu untuk menampung beban yang lumayan berat. Kebanyakan Toko yang menggunakan Rak Gudang sebagai Rak Display adalah Toko Elektronik, Toko Besi, Toko Spare Part, Toko Sembako, Bengkel, Toko Ban, dll. Terkadang dikasus lain Hypermarket (Toko Besar) menggunakan Rak Gudang bertipe Heavy Duty. Contohnya Lotte Mart.

Lihatlah gambar diatas, Lotte Mart menggunakan Rak Heavy duty karena Lotte Mart menjual berbagai macam barang. Karena kebutuhannya akan kapasitas yang sangat besar dan Model Marketnya yang luas Rak Gudang Heavyduty sangatlah cocok untuk memberikan tampilan yang berbeda. Toko di dalam Gudang adalah Ide yang sangat brilian.

Dan masih banyak lagi Hypermart yang menggunakan Rak Gudang sebagai rak display.
Pada akhirnya, aplikasi rak gudang di toko memberikan para pengusaha begitu banyak penghematan. Menyatukan 3 tempat sekaligus : Toko, Gudang, dan tempat pelayanan pelanggan.

Share this post

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *


WhatsApp us