Jasa Kirim Mobil Pontianak

Jasa Kirim Mobil Pontianak

Jasa Kirim Mobil Pontianak adalah ibu kota provinsi Kalimantan BaratIndonesia. Kota ini dikenal sebagai Kota Khatulistiwa karena dilalui garis khatulistiwa. Di utara Kota Pontianak, tepatnya Siantan, terdapat Tugu Khatulistiwa yang dibangun pada tempat yang dilalui garis khatulistiwa. Selain itu, Kota Pontianak dilalui oleh Sungai Kapuas dan Sungai Landak. Kedua sungai itu diabadikan dalam lambang Kota Pontianak. Kota ini memiliki luas wilayah 107,82 kilometer persegi.https://www.google.com/maps/embed?pb=!1m18!1m12!1m3!1d127674.16212503535!2d109.26150984379038!3d-0.035223155353858844!2m3!1f0!2f0!3f0!3m2!1i1024!2i768!4f13.1!3m3!1m2!1s0x2e1d58f604b0799b%3A0x511ef9501fc9ffe3!2sPontianak%2C%20Kota%20Pontianak%2C%20Kalimantan%20Barat!5e0!3m2!1sid!2sid!4v1599719726715!5m2!1sid!2sid

 Ekspedisi Kirim Mobil Dari Pontianak Ke  Jayapura
 Ekspedisi Kirim Mobil Dari Pontianak Ke  Papua
 Ekspedisi Kirim Mobil Dari Pontianak Ke  Manokwari
 Ekspedisi Kirim Mobil Dari Pontianak Ke  Papua Barat
 Ekspedisi Kirim Mobil Dari Pontianak Ke  Ambon
 Ekspedisi Kirim Mobil Dari Pontianak Ke  Maluku
 Ekspedisi Kirim Mobil Dari Pontianak Ke  Sofifi
 Ekspedisi Kirim Mobil Dari Pontianak Ke  Maluku Utara
 Ekspedisi Kirim Mobil Dari Pontianak Ke  Kendari
 Ekspedisi Kirim Mobil Dari Pontianak Ke  Sulawesi Tenggara
 Ekspedisi Kirim Mobil Dari Pontianak Ke  Makassar
 Ekspedisi Kirim Mobil Dari Pontianak Ke  Sulawesi Selatan
 Ekspedisi Kirim Mobil Dari Pontianak Ke  Palu
 Ekspedisi Kirim Mobil Dari Pontianak Ke  Sulawesi Tengah
 Ekspedisi Kirim Mobil Dari Pontianak Ke  Mamuju
 Ekspedisi Kirim Mobil Dari Pontianak Ke  Sulawesi Barat
 Ekspedisi Kirim Mobil Dari Pontianak Ke  Manado
 Ekspedisi Kirim Mobil Dari Pontianak Ke  Sulawesi Utara
 Ekspedisi Kirim Mobil Dari Pontianak Ke  Gorontalo
 Ekspedisi Kirim Mobil Dari Pontianak Ke  Samarinda
 Ekspedisi Kirim Mobil Dari Pontianak Ke  Kalimantan Timur
 Ekspedisi Kirim Mobil Dari Pontianak Ke  Banjarmasin
 Ekspedisi Kirim Mobil Dari Pontianak Ke  Kalimantan Selatan
 Ekspedisi Kirim Mobil Dari Pontianak Ke  Palangkaraya
 Ekspedisi Kirim Mobil Dari Pontianak Ke  Kalimantan Tengah
 Ekspedisi Kirim Mobil Dari Pontianak Ke  Kalimantan Barat
 Ekspedisi Kirim Mobil Dari Pontianak Ke  Tanjungselor
 Ekspedisi Kirim Mobil Dari Pontianak Ke  Kalimantan Utara
 Ekspedisi Kirim Mobil Dari Pontianak Ke  Kupang
 Ekspedisi Kirim Mobil Dari Pontianak Ke  Nusa Tenggara Timur
 Ekspedisi Kirim Mobil Dari Pontianak Ke  Mataram
 Ekspedisi Kirim Mobil Dari Pontianak Ke  Nusa Tenggara Barat
 Ekspedisi Kirim Mobil Dari Pontianak Ke  Denpasar
 Ekspedisi Kirim Mobil Dari Pontianak Ke  Bali
 Ekspedisi Kirim Mobil Dari Pontianak Ke  Surabaya
 Ekspedisi Kirim Mobil Dari Pontianak Ke  Jawa Timur
 Ekspedisi Kirim Mobil Dari Pontianak Ke  Jogja
 Ekspedisi Kirim Mobil Dari Pontianak Ke  Yogyakarta
 Ekspedisi Kirim Mobil Dari Pontianak Ke  Semarang
 Ekspedisi Kirim Mobil Dari Pontianak Ke  Jawa Tengah
 Ekspedisi Kirim Mobil Dari Pontianak Ke  Jakarta
 Ekspedisi Kirim Mobil Dari Pontianak Ke  Bandung
 Ekspedisi Kirim Mobil Dari Pontianak Ke  Jawa Barat
 Ekspedisi Kirim Mobil Dari Pontianak Ke  Serang
 Ekspedisi Kirim Mobil Dari Pontianak Ke  Banten
 Ekspedisi Kirim Mobil Dari Pontianak Ke  Lampung
 Ekspedisi Kirim Mobil Dari Pontianak Ke  Pangkalpinang
 Ekspedisi Kirim Mobil Dari Pontianak Ke  Bangka Belitung
 Ekspedisi Kirim Mobil Dari Pontianak Ke  Palembang
 Ekspedisi Kirim Mobil Dari Pontianak Ke  Sumatera Selatan
 Ekspedisi Kirim Mobil Dari Pontianak Ke  Bengkulu
 Ekspedisi Kirim Mobil Dari Pontianak Ke  Jambi
 Ekspedisi Kirim Mobil Dari Pontianak Ke  Tanjung Pinang
 Ekspedisi Kirim Mobil Dari Pontianak Ke  Kepulauan Riau
 Ekspedisi Kirim Mobil Dari Pontianak Ke  Pekanbaru
 Ekspedisi Kirim Mobil Dari Pontianak Ke  Riau
 Ekspedisi Kirim Mobil Dari Pontianak Ke  Padang
 Ekspedisi Kirim Mobil Dari Pontianak Ke  Sumatera Barat
 Ekspedisi Kirim Mobil Dari Pontianak Ke  Medan
 Ekspedisi Kirim Mobil Dari Pontianak Ke  Sumatera Utara
 Ekspedisi Kirim Mobil Dari Pontianak Ke  Aceh

Nama Pontianak yang berasal dari bahasa Melayu yang dipercaya ada kaitannya dengan kisah Syarif Abdurrahman yang sering diganggu oleh hantu Kuntilanak ketika dia menyusuri Sungai Kapuas. Menurut ceritanya, Syarif Abdurrahman terpaksa melepaskan tembakan meriam untuk mengusir hantu itu sekaligus menandakan di mana meriam itu jatuh, maka di sanalah wilayah kesultanannya didirikan. Peluru meriam itu jatuh di dekat persimpang Sungai Kapuas dan Sungai Landak, yang kini dikenal dengan nama Kampung Beting
Kota Pontianak didirikan oleh Syarif Abdurrahman Alkadrie pada hari Rabu, 23 Oktober 1771 (14 Rajab 1185 H) yang ditandai dengan membuka hutan di persimpangan Sungai Landak, Sungai Kapuas Kecil, dan Sungai Kapuas Besar untuk mendirikan balai dan rumah sebagai tempat tinggal. Pada tahun 1778 (1192 H), Syarif Abdurrahman dikukuhkan menjadi Sultan Pontianak. Letak pusat pemerintahan ditandai dengan berdirinya Masjid Jami’ (kini bernama Masjid Sultan Syarif Abdurrahman) dan Istana Kadariah yang sekarang terletak di Kelurahan Dalam Bugis, Kecamatan Pontianak Timur.[5]
Sejarah pendirian menurut V.J. VerthSejarah pendirian kota Pontianak yang dituliskan oleh seorang sejarawan Belanda, V.J. Verth dalam bukunya Borneos Wester Afdeling, yang isinya sedikit berbeda dari versi cerita yang beredar di kalangan masyarakat saat ini.
Menurutnya, Belanda mulai masuk ke Pontianak tahun 1194 Hijriah (1773 Masehi) dari Batavia. Verth menulis bahwa Syarif Abdurrahman, putra ulama Syarif Hussein bin Ahmed Alqadrie (atau dalam versi lain disebut sebagai Al Habib Husin), meninggalkan Kerajaan Mempawah dan mulai merantau. Di wilayah Banjarmasin, ia menikah dengan adik sultan Banjar Sunan Nata Alam dan dilantik sebagai Pangeran. Ia berhasil dalam perniagaan dan mengumpulkan cukup modal untuk mempersenjatai kapal pencalang dan perahu lancangnya, kemudian ia mulai melakukan perlawanan terhadap penjajahan Belanda.
Dengan bantuan Sultan Pasir, Syarif Abdurrahman kemudian berhasil membajak kapal Belanda di dekat Bangka, juga kapal Inggris dan Prancis di Pelabuhan Pasir. Abdurrahman menjadi seorang kaya dan kemudian mencoba mendirikan pemukiman di sebuah pulau di Sungai Kapuas. Ia menemukan percabangan Sungai Landak dan kemudian mengembangkan daerah itu menjadi pusat perdagangan yang makmur. Wilayah inilah yang kini bernama Pontianak.
Kolonialisme Belanda dan JepangPada tahun 1778, kolonialis Belanda dari Batavia memasuki Pontianak dengan dipimpin oleh Willem Ardinpola. Belanda saat itu menempati daerah di seberang istana kesultanan yang kini dikenal dengan daerah Tanah Seribu atau Verkendepaal.[5]
Pada tanggal 5 Juli 1779, Belanda membuat perjanjian dengan Sultan mengenai penduduk Tanah Seribu agar dapat dijadikan daerah kegiatan bangsa Belanda yang kemudian menjadi kedudukan pemerintahan Resident het Hoofd Westeraffieling van Borneo (Kepala Daerah Keresidenan Borneo Barat) dan Asistent Resident het Hoofd der Affleeling van Pontianak (Asisten Residen Kepala Daerah Kabupaten Pontianak). Area ini selanjutnya menjadi Controleur het Hoofd Onderafdeeling van Pontianak atau Hoofd Plaatselijk Bestuur van Pontianak.[5]
Assistent Resident het Hoofd der Afdeeling van Pontianak (semacam Bupati Pontianak) mendirikan Plaatselijk Fonds. Badan ini mengelola eigendom atau kekayaan Pemerintah dan mengurus dana pajak. Plaatselijk Fonds kemudian berganti nama menjadi Shintjo pada masa kependudukan Jepang di Pontianak.[5]
Masa StadsgemeenteBerdasarkan besluit Pemerintah Kerajaan Pontianak tanggal 14 Agustus 1946 No. 24/1/1940 PK yang disahkan menetapkan status Pontianak sebagai stadsgemeente. R. Soepardan ditunjuk menjadi syahkota atau pemimpin kota saat itu. Jabatan Soepardan berakhir pada awal tahun 1948 dan kemudian digantikan oleh Ads. Hidayat.[5]
Kemudian, pusat PPD ini dipindahkan ke Pontianak yang awalnya berasal dari Sanggau pada 1 November 1945[6] dan menjadi suatu wadah kebangkitan Dayak pada 3 November 1945, sekitar 74 hari setelah proklamasi kemerdekaan Indonesia.
Masa pemerintahan kotaPembentukan stadsgerneente bersifat sementara, maka Besluit Pemerintah Kerajaan Pontianak diubah dan digantikan dengan Undang-undang Pemerintah Kerajaan Pontianak tanggal 16 September 1949 No. 40/1949/KP. Dalam undang-undang ini disebut Peraturan Pemerintah Pontianak dan membentuk Pemerintah kota Pontianak, sedangkan perwakilan rakyat disebut Dewan Perwakilan Penduduk Kota Pontianak. Wali kota pertama ditetapkan oleh Pemerintah Kerajaan Pontianak adalah Rohana Muthalib. Ia adalah seorang wanita pertama yang menjadi wali kota Pontianak.[5]
Masa kota prajaSesuai dengan perkembangan tata pemerintahan, maka dengan Undang-undang Darurat Nomor 3 Tahun 1953, bentuk Pemerintahan Landschap Gemeente, ditingkatkan menjadi kota praja Pontianak. Pada masa ini urusan pemerintahan terdiri dari Urusan Pemerintahan Umum dan Urusan Pemerintahan Daerah.[5]
Masa kotamadya dan kotaPemerintah Kota Praja Pontianak diubah dengan berdasarkan Undang-undang No. 1 Tahun 1957, Penetapan Presiden No.6 Tahun 1959 dan Penetapan Presiden No.5 Tahun 1960, Instruksi Menteri Dalam Negeri No.9 Tahun 1964 dan Undang-undang No. 18 Tahun 1965, maka berdasarkan Surat Keputusan DPRD-GR Kota Praja Pontianak No. 021/KPTS/DPRD-GR/65 tanggal 31 Desember 1965, nama Kota Praja Pontianak diganti menjadi Kotamadya Pontianak, kemudian dengan Undang-undang No.5 Tahun 1974, nama Kotamadya Pontianak berubah menjadi Kotamadya Daerah Tingkat II Pontianak.[5]
Berdasarkan Undang-undang Nomor 22 Tahun 1999 tentang Pemerintah di Daerah mengubah sebutan untuk Pemerintah Tingkat II Pontianak menjadi sebutan Pemerintah Kota Pontianak, sebutan Kotamadya Pontianak diubah kemudian menjadi Kota Pontianak.[5]

Jumlah perusahaan industri besar dan sedang di Kota Pontianak yang telah terdata selama tahun 2005 adalah 34 perusahaan. Tenaga kerja yang diserap oleh perusahaan industri tersebut berjumlah 3.300 orang yang terdiri dari pekerja produksi 2.700 orang dan pekerja lainnya atau administrasi 600 orang. Perusahaan industri besar atau sedang yang terletak di Kecamatan Pontianak Utara menyerap tenaga kerja terbesar, yaitu 2.952 orang.

Nilai keluaran yang dihasilkan dari perusahaan industri besar atau sedang adalah sebesar 1,51 triliun rupiah, di mana perusahaan industri besar atau sedang yang berada di Kecamatan Pontianak Utara yang didominasi oleh perusahaan industri karet, sedangkan nilai keluaran yang terkecil berasal dari perusahaan yang terdapat di Kecamatan Pontianak Kota, senilai 2,85 miliar Rupiah.

Untuk Nilai Tambah Bruto (NTB) yang diperoleh dari seluruh perusahaan industri besar /sedang di Kota Pontianak selama tahun 2005 adalah sebesar 217,57 miliar Rupiah dan pajak tak langsung yang diperoleh adalah sebesar 462,78 juta Rupiah, sedangkan NTB atas Biaya Faktor yang diperoleh adalah sebesar 217,10 miliar Rupiah.

Jumlah unit usaha industri, tenaga kerja, besarnya nilai investasi dan nilai penjualan dari sentra industri kecil jenis Industri Hasil Pertanian dan Kehutanan (IHPK) terlihat bahwa sentra industri kecil jenis IHPK terbanyak adalah usaha industri makanan ringan yang terpusat di Kelurahan Sungai Bangkong dengan tenaga kerja yang diserap sebanyak 329 orang, nilai investasinya mencapai 249,50 juta rupiah dan nilai penjualannya sebesar 780,50 juta rupiah. Sedangkan industri anyaman keladi air pada tahun 2005 ini hanya memiliki 16 unit usaha dengan nilai investasi 17,5 juta Rupiah dan nilai penjualan 110 juta Rupiah yang terletak di Tanjung Hulu, Pontianak Timur.

Pertanian[sunting | sunting sumber]

Pada tahun 2006, jenis tanaman pangan yang hasilnya paling besar adalah ubi kayupadiubi rambat. Penduduk juga bertani sayuran dan lidah buaya. Tanaman buah-buahan yang banyak ada di Kota Pontianak adalah nangkapisang, serta nanas.

Perternakan di kota Pontianak terdiri dari sapi (potong dan perah), kambingbabi, dan ayam (ras dan buras).

Perdagangan[sunting | sunting sumber]

Perdagangan merupakan salah satu usaha yang berkembang pesat di Kota Pontianak. Perdagangan modern mulai berkembang pada tahun 2001 dengan berdirinya Mal Matahari Pontianak di Pontianak Kota. Pusat perbelanjaan modern mulai dibangun di berbagai sudut kota, seperti Mal Pontianak dan Ayani Mega Mall Pontianak (Pontianak Selatan). Berbagai perusahaan retail nasional mulai mendirikan usahanya di Pontianak, seperti Alfamart dan Indomaret.

Share this post

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *


Jasa Kirim Mobil Terpercaya

X
Chat Kami
Terima Kasih,
Telah berkunjung di rolcas.com
Ada yang bisa kami bantu, Silakan Chat kami disini ?